Selasa, 09 Oktober 2012

Eksperimen Inquri dan Eksperimen Verifikasi



Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala alam dan memahami interksi antar benda yang ada di dunia ini. Dari defenisi diatas jelas diterangkan bahwa fisika adalah imu pasti yang berbentuk terapan, sehingga untuk mudah memahaminya secara penuh kita tidak bisa hanya mengkaji sebatas teori saja, namun untuk kesempurnaan dalam pemaham fisika dibutuhan suatu pengalaman yaitu melalui suatu eksperimen ataupun demonstrasi. Mengingat begitu pentingnya eksperimen/ pengalamaman dalan menjelaskan suatu konsep atau prinsip fisika, maka disini kita membahas secara umum bentuk dari jenis eksperimen yang dapat diterapkan di sekolah, yaitu :
v  1. Eksperimen Berbasis  Inqury
Eksperimen berbasis Inquiry merupakan metode pembelajaran yang sejalan dengan teori belajar penemuan yaitu belajar melalui masalah baru. Metode ini menjukan cara belajar yang logis, kritis dan analitis menuju suatu kesimpulan yang sesuai . Metode eksperimen Inquiry menuntut proses mental yang lebih tinggi melalui suatu sistem pemikiran yang sistematis.  Proses sistematis yang dilalui yaitu diawal guru berikan masalah kemudian siswa merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data serta menarik sebuah kesimpulan dari masalah itu.
Ekserimen dengan pendekatan inquiri menuntut siswa untuk dapat berfikir ilmiah dalam memecahkan masalah , dan memupuk kebiasaan berkreasi dan bernalar. Dalam pembelajaran ini guru bertindak sebagai motivator dan fasilitator. Di awal pembelajaran guru semaksimal mungkin menimbulkan rasa keingintahuan siswa terhadap pemecahan suatu masalah,hingga siswa tertarik dan termotivasi  untuk tidak hanya befikir tatapi juga mau melakukan tindakan melaui suatu percobaan. Kemudian guru mengarahkan jalanya suatu percobaan yang dapat mengarahkan siswa pada suatu kesimpulan yang mengarah pada tercapaianya tujuan pembelajaran.
Prinsip utama yang  harus dipahami guru  dalam menggunakan pendekatan inquiry adalah “Siswa adalah makhluk yang berkembang, dan siswa akan tertarik sesuatu yang baru bagi mereka, dan menyukai sebuah tantangan yang mengharuskan mereka menemukan suatu jawaban dengan cara memperaktekannya langsung.” 

v  2.Eksperimen Berbasis Verifikasi
Eksperimen Berbasis Verivikasi adalah satu bentuk eksperimen  yang diakukukan siswa  untuk membutikan hukum-hukum atau teori-teori yang telah diajarkan guru dalam buku . Jadi siswa telah menemukan teoritisnya dahulu sebelum menemukan pembuktianya melaui praktikum.
Sebagian besar kegiatan yang dilakukan siswa dalam laboratorium digunakan untuk memperoleh data yang menunjang bahan-bahan pelajaran yang telah diberikan oleh guru di dalam kelas atau bahan-bahan yang tercantum dalam buku pelajaran. Sehingga pola fikir siswa telah terbentuk dari awal pembelajaran melalui guru, hal ini dapat menyebabkan siswa tidak berfikir fleksibel lagi atau tidak kreatif dalam menemukan suatu pemecahan masalah alternatif..  
Jika hasil akhirnya sesuai dengan teori maka eksperimen dapat dikatakan berhasil. Sedangkan jika hasilnya berbeda atau bahkan jauh dari teori yang ada, maka eksperimen dikatakan gagal atau terdapat kesalahan pada saat melakukan eksperimen.

Berikut table beberapa perbedaan antara Eksperimen Berbasis Inquiry dan Eksperimen berbasis Verifikasi :
Eksperimen Verifikasi
Eksperimen Inquiri
1.    Penekanan pada menyelesaikan tugas.
Penekanan pada pencapaian pemahaman konseptual dan ilmiah dengan menggunakan data empiris
2.    Aktifitas siswa berfokus pada mmferifikasi informasi yang sebelumnya  telah di sampaikan di dalam kelas.
Aktifitas siswa berfokus pada  penemuan konsep, prinsip atau suatu hubungan empiris.
3.    Eksperimen sangat berorientasi pada data pendukung dan penafsiran data
Eksperimen sangat berorirnasi pada pengembangan konsep dan pemahaman
4.    Siswa di bimbing berdasarkan susunan langkah secara detail dari guru
Siswa dibimbing berdasarkan  satu pertanyaan utama
5.    Dalam eksperimen siswa mengikuti petunjuk secara bertahap.
Siswa mengembangakan model
 eksperimen mereka sendiri
6.    Umumnya hanya menggunakan sedikit komunikasi dan cenderung pada satu cara yaitu dari guru ke siswa.
Digunakan banyak komunikasi dengan enggunakan serangkaian pertanyaan yang berdasarkan pertanyaan intelektual individu
7.    Jarang menggabungkan siklus belajar (observasi dan aplikasi secara umum)
Melibatkan satu siklus atau lebih, hinga mencaai suatu sislus belajar yang sempurna/ lengkap
8.    Siswa diberikan tabel data dengan rentang yang ditentukan untuk jenis tertentu dari Data
Siswa menentukan jenis data dan menentukan seberapa banyak untuk dikumpulkan.
9.    Memberitahukan data yang akan diambil siswa
Membebaskan kepada siswa untuk menentukan mana data yang diambil
10.Siswa tidak merancang percobaan
Siswa membuat desain percobaan atas dasar prinsip-prinsip ditemukan.

11.Siswa Hasil berkomunikasi hanya untuk instruktur dan membuat  laporan laboratorium
Siswa berkomunikasi dan mempertahankan Hasil kepada peserta lainnya dalam laboratorium
12.Mempekerjakan lebih rendah-kecakapan berpikir
Meningkatkan keterampilan berpikir. tingkat tinggi
Menurut pendapat saya  dari kedua pendekatan Inquiry dan Verifikasi merupakan metode eksperimen yang cocok untuk pembelelaran fisika. Hanya saja ada beberapa kelebihan dan kekurangan diantara keduanya, Berikut beberapa kelebihan dan kekuranganya :

      Berikut ini penjabarab kelebihan dan kekurangan Eksperimen berbasis inquiry
Kelebihan
kekurangan
lebih memacu keingintahuan seseorang untuk memecahkan suatu persoalan
Dipelukan alokasi waktu yang lebih lama
Membentuk pola fikir yang kritis dan sistematis serta berfikir ilmiah
Jika guru kurang memahami konsep maka akan menimbulkan pertanyaan dan maslah yang membuat murid lebih bingung dan tidak terarah
Memotivasi siswantuk lebih aktif , kreatif dan berprestasi
sebagian anggota
kelompok belajar mendominasi pembelajaran sementara anggota kelompok
lainnya kurang berperan secara aktif.
           
    Berikut ini kelebihan dan kekurangan eksperimen berbasis Verifikasi
Kelebihan
kekurangan
membentuk sifat mahasiswa agar jujur, teliti, ulet dan cerdas.
Tidak terbentuk siswa yang kreatif dan inovatif.
siswa dapat berfikir kritis terhadap eksperimen yang dilakukannya agar sesuai dengan teori  yang telah dipelajari sebelumnya.
siswa akan merasa lebih jenuh untuk melakukan eksperimen dan kadang mahasiswa melakukan kebohongan terhadapa hasil penelitiannya.
Siswa  dapat memahami teori atau konsep lebih dalam dibandingkan sebelum melakukan percobaan.
siswa tidak terdidik untuk berfikir sistematis.
Apabila dilihat dari kedua macam eksperimen tersebut, maka dapat  disimpulkan bahwa kedua ini memiliki sisi lebih dan lemah . Menyikapnya kita sebagai calon guru harus pandai memilah karakteristik materi dan siswa untuk menentukan mana metode digunakan.

0 komentar:

Posting Komentar